Sabtu, 26 September 2020

Siapkan Wadahnya

 SIAPKAN WADAHNYA



Beberapa waktu yang lalu saya diberi kesempatan untuk mendapatkan pelajaran luar biasa dalam hidup. Alhamdulillah, saya bersyukur diberi hidup yang luar biasa, berkesempatan menikmati anugerah waktu bebas, menyempatkan berkumpul dengan orang-orang yang membuat selalu bertumbuh dan memikirkan masa depan dan beberapa nikmat lainnya. Itu perlu disyukuri dalam makna yang terdalam dalam beberapa bentuk yang disyariatkan dan ditunjukkan kepada kita melalui Qur'an dan Hadist. 


Dalam sebuah pertemuan saya bertanya kepada kawan apakah saya bisa mendapatkan apa yang saya impikan? Ditanya seperti itu, kawan saya balik bertanya emang apa yang kamu impikan? Kaya dan Dermawan. Sambil diam sejenak kawan saya berkata, itu bagus. Harusnya semua kita kaya dan dermawan. Namun perlu dilihat bahwa kaya raya, harta melimpah itu mudah bagi Allah memberikan nya kepada kita. Sudah ada dan siap. Namun Allah memilih kepada siapa kaya raya dan harta melimpah itu akan diamanatkan, untuk apa nantinya akan digunakan. Yang harus kita sediakan adalah wadah yang besar untuk menampung harta itu. Kamu sudah punya wadahnya belum? Atau belum terpikirkan? Itu dulu yang harus kamu siapkan. 


Kaya mah gampang. Itu urusan kecil. Kamu siapkan dulu wadahnya. Wadahnya bisa kamu pilih. Mulai dari panti Yatim Piatu dan Duafa, Pondok Pesantren dan lain-lain. Kamu siapkan dulu ya. Siapkan itu mulai dari niatnya dulu, lalu gambarkan dalam pikiran dan rasa lalu panjatkan doa yang konsisten. Langkah selanjutnya adalah lakukan apa yang bisa dilakukan mengarah kepada doa itu. Allah sudah sediakan. Mungkin sebagian lagi bertanya bagaimana caranya? Jika ada pertanyaan itu maka mari kita kembali ke paragraf pertama. Ini pesan kawan saya kepada kami bertiga di saat itu. 


Kami pulang dalam keadaan semangat sekaligus bakal gak bisa tidur semalaman. Dapat pekerjaan rumah yang cukup menyita waktu. Bahwa hidup tidak hanya untuk kepuasan diri. Bahwa hidup tidak sekedar beraktivitas seadanya. Hidup itu harus hebat dan luar biasanya, yang sederhana itu adalah sikap kita terhadap kehidupan ini. Tidak perlu berlebih-lebihan. Ingat bahwa harta itu ada 3 bentuknya. Pertama, yang dimakan dan dihabiskan. Kedua, yang disedekahkan. Ketiga, yang ditinggalkan. Sungguh nikmat ketika bisa hidup dengan berat timbangan di harta jenis kedua yaitu yang disedekahkan. 


Saya masih belajar dan terus belajar untuk giat sedekah. Saya mengajak anda untuk juga berbuat yang demikian. Bukan karena punya lalu kita sedekah. Tapi karena sedekah lalu kita berlimpah. 


Semangat, Anda pasti bisa hanya perlu terbiasa. Anda pasti bisa karena anda terpilih. Semoga hidup makin berkah berlimpah bahagia. 


RichAnton

Merubah Pola Pikir, Rasa dan Tindakan #45

Sumenep, 8/9/20

Tidak ada komentar:

Posting Komentar