BERSIKAP BAIK
Kali ini ijinkanlah saya menceritakan kembali sebuah kisah inspiratif, mungkin sudah banyak yang tau kisah ini yaitu kisah Nabi Muhammad bersama pengemis buta. Di tengah pasar Madinah Munawarah, ada seorang pengemis buta yang selalu berpesan kepada setiap orang yang menghampirinya dengan ucapan, Jangan dekati Muhammad. Dia pembohong, dia tukang sihir. Apabila kalian mendekatinya maka kalian akan terpengaruh. Begitu ungkapnya tanpa henti.
Mengetahui hal itu, apa kira-kira respon Nabi Muhammad? tepat sekali. Beliau datang menyapa pengemis itu dan menyuapinya setiap hari sampai beliau wafat. Setelah wafatnya Nabi, Sahabat Abu Bakar bertanya kepada Aisyah tentang perihal perilaku Nabi yang belum dilakukannya. Aisyah menjawab, hanya satu hal yang belum dilakukan oleh Ayah (Abu Bakar) yaitu mendatangi pengemis buta dan menyuapinya.
Keesokan harinya, Abu Bakar mendatangi pengemis buta itu berusaha untuk meneruskan apa yang dilakukan oleh Nabi. Ketika Abu Bakar memberikan satu suapan, sang pengemis langsung berteriak ... Siapa kamu? Sana pergi. Aku orang yang biasa datang kemari, jawab Abu Bakar. Bukan, kamu bukan dia. Bagaimana anda tau jika saya bukan dia? Tanya Abu Bakar. Orang yang biasa datang padaku, tulus ikhlas. Apabila dia datang tak susah tangan ini memegang dan tak susah mulut ini mengunyah. Tentu anda tahu lanjutan kisahnya bahwa pengemis buta itu memutuskan memeluk Islam setelah mengetahui indahnya akhlak Nabi.
Kisah ini banyak memberikan pelajaran, motivasi dan inspirasi bagi kita dalam menjalani hidup. Nabi Muhammad sebenarnya punya pilihan untuk berbuat tidak baik kepada sang pengemis buta, bisa saja membalas dengan kalimat serupa, membela diri dengan menyatakan yang sebenarnya. Namun pilihan sikap inilah yang indah, beliau memilih untuk senantiasa baik apa pun fakta yang mendatangi beliau. Justru sikap itulah yang mampu membuat orang lain berubah dengan keputusan dirinya sendiri bukan atas dasar paksaan. Nuraninya yang memaksa, pribadinya yang memaksa. Keikhlasan itu muncul dalam diri tanpa paksaan pihak selain dirinya. Perubahan seperti inilah yang banyak merubah diri seseorang.
Terkadang, kita terjebak dengan fakta yang sama. Ingin merubah teman yang sikapnya menurut kita kurang baik. Ingin merubah sikap putra-putri kita karena tak sesuai dengan yang kita harapkan. Ingin merubah cara berpikir orang tua, yang menurut kita sudah terlambat pemikiran itu dipakai di zaman now. Ingin merubah siapa pun yang tidak sepemahaman, tidak sesuai, tidak klik dengan kita. Namun ada hal yang justru terlupakan dalam diri kita yaitu harusnya kita menerima terlebih dahulu keadaan mereka, memaklumi sikapnya untuk kemudian kita tunjukkan sikap baik yang seharusnya dilakukan. Mereka perlu visualisasi dari contoh sikap yang seharusnya dilakukan.
Berbeda ketika sikap yang kita pilih adalah keras dan tegas baik itu melalui ucapan atau tindakan bisa jadi malah menjauh dan tak sempat mereka berubah karena dirinya sendiri, karena bisikan nurani dan itu melegakan. Tugas kita hanya menginspirasi melalui sikap dan contoh bukan memaksanya, ijinkan mereka yang kita sayangi untuk memilih, mencontoh sikap kita yang senantiasa selalu baik apa pun faktanya. Sungguh indah hidup yang seperti ini. Tidak menyakiti dan tidak menyakitkan.
Semangat, anda pasti bisa hanya perlu terbiasa. Anda pasti bisa karena anda terpilih. Semoga Hidup Makin Berkah Berlimpah Bahagia.
RichAnton
Merubah Pola Pikir, Pola Rasa dan Pola Tindakan #14
Sumenep, 24/6/20

Tidak ada komentar:
Posting Komentar