Sabtu, 26 September 2020

Melihat Peluang

 MELIHAT PELUANG



Inspirasi bisa datang dari siapa saja dan kapan saja, asalkan kita tak menutup kemungkinan inspirasi itu datang. Menutup pintu inspirasi datang itu bisa jadi dengan ego yang terlalu tinggi, bisa juga karena merasa sudah tahu. Entah dengan alasan apa pun, hal itu menjadi tidak baik ketika jadi pilihan sikap kita. 


Seperti halnya malam ini, saya jadi teringat sebuah inspirasi datangnya dari kawan saya. Kisah ini saya dapatkan beberapa waktu lalu dia sampaikan, lama setelah kami tidak berkomunikasi intens. 


Tidak seperti mahasiswa kebanyakan, dia berasal dari keluarga yang tak mampu membayar kuliahnya, maka yang sering menjadi solusi adalah beasiswa. Bukan sekedar SPP saja, biaya hidup dan bertahan hidup juga dia sendiri yang menemukan jalannya. Mungkin kebanyakan anak seusia dia dulu dengan kondisi yang sama memilih untuk menyerah dengan keadaan, putus sekolah dan langsung fokus dengan memenuhi kebutuhan hidup nya, tapi tidak untuk dia. Atas keadaan kepepet dan impiannya yang tinggi ini maka semua hal menjadi jalan peluang untuk dia terus berjalan atau bahkan berlari menuju impiannya. Bahkan orang tuanya pun tak mampu menghentikan tekadnya ini. Beberapa kali saya dengar bahwa untuk bisa tidur, dia tinggal di masjid sebagai marbot, pernah juga tinggal di rumah dosen sambil membantu beberapa penelitian yang tentunya memberikannya penghasilan yang cukup untuk hidup. Semua terlihat menjadi peluang, semua terkesan jadi jalan yang memudahkan, itu karena sikap itulah yang dia pilih. 


Terkadang dan seringkali kita berdoa dan meminta jalan terbaik, namun disaat bersamaan kita justru menolak jalan dan solusi itu datang. Seperti yang disebutkan di awal bahwa egoisme dan anggapan bahwa sudah tahu membuat jalan yang kita minta tidak jadi masuk pada pribadi kita. Saya menelaah dan coba membandingkan antara teman yang saya ceritakan di atas dengan teman saya lainnya untuk menjadi pembelajaran bagi saya sendiri dan mungkin bagi pembaca sekalian. Telaah saya sampai pada kesimpulan bahwa dengan melihat proses kala itu, sikap yang dipilih sampai pada nasib sekarang ini semakin memperjelas bahwa sikap menutup peluang masuk dengan egoisme yang dipertahankan dan merasa sudah tahu yang semakin membesar akan menutup masa depan kita menuju sejahtera. 


Lebih parah lagi jika penantian jawaban dari doa atau permintaan kita yang belum juga dikabulkan membuat kita menyalahkan Tuhan. Ini yang berbahaya. Padahal semua sudah didekatkan namun pilihan sikap kita yang membuatnya jadi jauh. Semoga inspirasi kali ini bisa membuat kita berpikir lebih terbuka sehingga apa yang kita yang kita minta betul-betul menjadi realita. 


Semangat, anda pasti bisa hanya perlu terbiasa. Anda pasti bisa karena anda terpilih. Semoga hidup makin berkah berlimpah bahagia. 


RichAnton

Merubah Pola Pikir, Rasa dan Tindakan #39

Sumenep, 4/8/20

Tidak ada komentar:

Posting Komentar