Bab
tentang bahwa beliau mbah yai Abdul
Madjid Ma'ruf Muallif Sholawat Wahidiyah mempunyai salab dan jalab.
Dimulai
dari kisah sebuah desa yang penduduk setempatnya Atheis atau anti tuhan. tidak
ada seorang pun yang beriman kepada Allohswt. namun berawal juga dari
keprihatinan seorang pemuda yang beriman dan mengetahi bahwasanya ada sebuah
desa yang penduduknya atheis mak karan anda panggilan hati untuk mengenalkan
Tuhanya kepada pendduduk tadi, seorang pemuda ini masuk dan mengenalkan agama
yang dibawanya, tentunya dengan personal approaching yang acceptable . dan
akhirnya seluruh penduduk desa yang sama sekali tidak mengenal ketuhanan tadi
menjadi iman dan yakin dengan adanya Tuhan.
pertanyaan saya, yang
mengimankan penduduk tadi seorang pemuda atau Alloh. kalau anda menjawab Alloh.
maka yawis tidak usah anda membangun pendidikan, membangun pesantren yang
berguna untuk membentuk karakter. toh Alloh kok yang mengimankan, inilah jalab
seseorang. Kemudian,
pada suatu ketika
Rosulullaoh bertanya kepada para sahabat ,
Rosululloh: maukah kau kuberitahu tanda
seorang Walialloh?
Sahabat: mau duhai Rosululah swt.
Rosululloh: seorang wali ,. bila ada
seorang yang bertemu dengannya maka ia ingat dengan Alloh. : inilah dawuh
beliau Rosul kita yang sangat kita sayangi.
Lalu bagaimana
penerapanya di kehidupan kita. mari kita perhatikan hal diatas adalah salahsatu
tanda kewalian, kita tidak membahas tingkat wali itu sendiri , namun kita
membahas sebuah karomah yang diberikan Alloh kepda para WaliNya , lebih-lebih
pada Ghoutsu Hadzazzaman yang juga disebut dengan Ratunya Para Wali. dan barang
siapa yang benci/memusuhi wali Maka Alloh menyatakan perang terhadapnya. inilah
janji Alloh. mau jadi apa orang ini.
Adapun tentang rodliallohuanhu.
saya bertanya pada anda, siapa diantara
anda yang tidak mengharap ridlo Alloh?,. kalo ada diantara anda yang
mengcungkan tangan , oh ternyata tidak ada. berarti anda semua masih sehat dan
waras. lalu mengapa kami(pengamal Shalawat wahidiyah) di komentari dan di kritisi
ketika kami adalah seorang murid yang mendoakan guru kami yakni beliau mbah yai
Abdul madjid ma'ruf QS. wa RA. dan Kanjeng Romo KH Abdul Latief Madjid RA.
untuk mendapat ridlo Alloh. pikirkanlah ini, saya yang keblinger atau anda?
Tentang solawat wahidiyah,. mengapa anda hanya
mengkritisi Solawat wahidiyah <. dan mengapa anda tidak mengkritisi
Solawat_solawat goiru maksuroh yang lain, contoh solawat Badar, badawi, Nariyah
dan yang lainya,. mengapa?
siapapun yang
menta'lif monggo karena semua solawat itu diterima "maqbulatun Qot’an",
Tegasnya (Red.Z.Ba)
sumber : Yai Zainuddin B.A
kisah dari Sumbawa 9 september 2017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar