Kamis, 08 Maret 2018

Salab Jalab Waliyulloh

Bab tentang bahwa beliau  mbah yai Abdul Madjid Ma'ruf Muallif Sholawat Wahidiyah mempunyai salab dan jalab.

Dimulai dari kisah sebuah desa yang penduduk setempatnya Atheis atau anti tuhan. tidak ada seorang pun yang beriman kepada Allohswt. namun berawal juga dari keprihatinan seorang pemuda yang beriman dan mengetahi bahwasanya ada sebuah desa yang penduduknya atheis mak karan anda panggilan hati untuk mengenalkan Tuhanya kepada pendduduk tadi, seorang pemuda ini masuk dan mengenalkan agama yang dibawanya, tentunya dengan personal approaching yang acceptable . dan akhirnya seluruh penduduk desa yang sama sekali tidak mengenal ketuhanan tadi menjadi iman dan yakin dengan adanya Tuhan.
pertanyaan saya, yang mengimankan penduduk tadi seorang pemuda atau Alloh. kalau anda menjawab Alloh. maka yawis tidak usah anda membangun pendidikan, membangun pesantren yang berguna untuk membentuk karakter. toh Alloh kok yang mengimankan, inilah jalab seseorang. Kemudian,

pada suatu ketika Rosulullaoh bertanya kepada para sahabat ,
Rosululloh: maukah kau kuberitahu tanda seorang Walialloh?
Sahabat: mau duhai Rosululah swt.
Rosululloh: seorang wali ,. bila ada seorang yang bertemu dengannya maka ia ingat dengan Alloh. : inilah dawuh beliau Rosul kita yang sangat kita sayangi. 

Lalu bagaimana penerapanya di kehidupan kita. mari kita perhatikan hal diatas adalah salahsatu tanda kewalian, kita tidak membahas tingkat wali itu sendiri , namun kita membahas sebuah karomah yang diberikan Alloh kepda para WaliNya , lebih-lebih pada Ghoutsu Hadzazzaman yang juga disebut dengan Ratunya Para Wali. dan barang siapa yang benci/memusuhi wali Maka Alloh menyatakan perang terhadapnya. inilah janji Alloh. mau jadi apa orang ini.
            Adapun tentang rodliallohuanhu.
saya bertanya pada anda, siapa diantara anda yang tidak mengharap ridlo Alloh?,. kalo ada diantara anda yang mengcungkan tangan , oh ternyata tidak ada. berarti anda semua masih sehat dan waras. lalu mengapa kami(pengamal Shalawat wahidiyah) di komentari dan di kritisi ketika kami adalah seorang murid yang mendoakan guru kami yakni beliau mbah yai Abdul madjid ma'ruf QS. wa RA. dan Kanjeng Romo KH Abdul Latief Madjid RA. untuk mendapat ridlo Alloh. pikirkanlah ini, saya yang keblinger atau anda?

Tentang solawat wahidiyah,. mengapa anda hanya mengkritisi Solawat wahidiyah <. dan mengapa anda tidak mengkritisi Solawat_solawat goiru maksuroh yang lain, contoh solawat Badar, badawi, Nariyah dan yang lainya,. mengapa?
siapapun yang menta'lif monggo karena semua solawat itu diterima "maqbulatun Qot’an", Tegasnya (Red.Z.Ba)

sumber             :  Yai Zainuddin B.A
kisah dari Sumbawa 9 september 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar